Ayat - Ayat Cinta 2

Identitas Buku
Judul buku: Ayat-Ayat Cinta 2
Penulis buku: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit buku: Republika
Tebal buku: 697 halaman

  Novel ini menceritakan kisah seorang pria yang berasal dari Indonesia yang bernama Fahri Abdullah. Dia adalah dosen di universitas Endinburgh dan sekaligus pemilik minimarket Agnina dan AFO boutique.
  Kisah ini bermula pada suatu malam Fahri teringat kembali bayang bayang istrinya yang bernama Aisyah yang hilang dipalestina dan istrinya yang sudah lama meninggal yang bernama Maria. Fahri yang kini tinggal di Endinburgh yang ditemani oleh asisten rumah tangganya yang bernama Hulusi pria yang berasal dari Turki. Fahri sangat sedih dan menyesal telah membiarkan Aisyah pergi Palestina bersama teman wartwannya 
Karena pada saat itu Palestina di serang lagi oleh israel. Itu sebabnya Fahri tidak bisa pergi kesana untuk menjemput Aisyah . Fahri dengan sekuat tenaga untuk mencari kabar Aisyah namun pada kenyataan nya kabar itu tak kunjung datang, hingga pada akhirnya keluarga dari Aisyah menganggap Aisyah sudah meninggal namun Fahri tetap mengganggap Aisyah itu masih hidup.
   Kini sudah tahun Aisyah menghilang. Untuk  menghilangkan rasa sedih itu, Fahri sehari harinya menyibukkan diri sebagai dosen, menyibukkan diri nya untuk selalu dekat dengan Allah SWT dan melanjutkan usahanya sebagai pemilik minimarket dan boutique yang sudah lama dibangun bersama Aisyah. Fahri selalu membantu orang disekitarnya terutama sama tetangganya tanpa memandang bulu. Dia pernah membantu tetangga Yahudi nya yang sudah tua renta yang bernama Nenek Catrina yang diusir oleh anak tirinya yang bernama Baruq dari rumahnya. Fahri juga membantu tetangga nya yang secara terang terangan membenci Islam untuk untuk bisa menggapai cita - citanya sebagai pemain biola terkenal  dan pemain sepak bola terkenal dan Fahri juga membantu pengemis jalanan, ia adalah seorang gadis muslimah yang bernama Sabina untuk dijadikan asisten rumah tangganya.
  Hingga pada suatu hari, keluarga Aisyah datang ke Endinburgh untuk menemui Fahri dengan maksud Fahri dinikahkan oleh sepupunya Aisyah yang bernama Hulya. Fahri pun menolak nya karena masih menganggap bahwa Aisyah masih hidup dan dia takut tidak bisa mencintai Hulya seperti dia mencintai Aisyah. Akhirnya Fahri sholat istikharah untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT.
 Dengan kemantapan hati, akhirnya Fahri bersedia menikahi Hulya. Dari hasil pernikahannya bersama Hulya, Fahri memiliki anak laki - laki bernama Umar. Hubungan Fahri dengan Hulya sudah semakin erat dengannya adanya Umar.
Hulya pun meninggal pada saat Hulya melahirkan Umar. Sebelum Hulya meninggal, akhirnya Hulya menginginkan Sabina untuk menjadi ibu angkatnya umar, dan meminta Sabina untuk operasi wajah  menjadi wajahnya Hulya agar umar bisa melihat wajah ibu kandungnya. Amanat itu diterima dengan sepenuh hati oleh Sabina.
  Tak lama setelah operasi wajah Sabina, Fahri meminta dokter untuk melakukan operasi pita suara Sabina. Tujuan Fahri untuk mengoperasi pita suara Sabina selain untuk memperbaiki suara Sabina juga sebenarnya Fahri ingin membuat dirinya semakin yakin bahwa yang selama ini menjadi Sabina adalah Aisha, meskipun ia belum tahu alasan Aisha untuk menyamar menjadi Sabina.
  Pada akhir cerita, Sabina akhirnya mengakui bahwa dirinya adalah Aisha. Wajah buruk itu ia dapat saat dipenjara di Palestina. Saat di Palestina, ia diberitahukan polisi wanita yang bertugas, bahwa sebentar lagi ia akan diinterogasi oleh pihak kepolisian di Palestina. Namun, teman satu sel Aisyah memberitahukannya bahwa bila ia diinterogasi polisi itu sama saja dikatakan kalau ia akan di perkosa. Saat itu, ia dapat ide untuk merusak wajahnya, karena ia berfikiran bahwa seseorang tidak akan tertarik untuk memperkosanya apabila wajahnya menjadi buruk atau rusak.        Aisyah lebih memilih merusak wajahnya dibandingkan kehormatannya di sentuh oleh orang selain suaminya. Akhirnya, Aisha dan Fahri kembali hidup bersama.

Kelemahan dan Keunggulan Novel:
Kelemahan dari novel ini adalah cerita yang disajikan oleh penulis terlalu banyak, sehingga bukunya menjadi tebal. Sehingga untuk beberapa pembaca mungkin akan merasa bosan untuk membacanya, atau mungkin beberapa orang menjadi semakin malasnya membacanya meskipun baru melihat novelnya.
Kelebihan dari novel ini adalah dalam novel ini tidak hanya menyajikan cerita tentang cinta seorang suami kepada istrinya saja, tetapi juga menyajikan berbagai macam masalah dan diselesaikan dengan cara Islam. Dan juga dalam novel ini, terdapat beberapa cerita-cerita mengenai Para Nabi dan sahabat Nabi serta orang-orang berjasa dalam Islam lainnya.

Komentar